Selasa, 20 April 2010

Pertanyaan Interview

Dalam proses untuk mendapatkan pekerjaan setelah mengakhiri masa kuliahnya seseorang akan berhadapan dengan test masuk kerja. Pada test masuk kerja tersebut setiap orang akan menghadapi wawancara. Wawancara merupakan salah tahap yang paling penting dalam penerimaan karyawan baru. Seringkali wawancara menjadi penentu dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang diterima di perusahaan tempat dia melamar.

Ketika menghadapi wawancara terdapat beberapa pertanyaan yang seringkali dipertanyakan oleh orang yang mewawancarai. Pertanyaan tersebut diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu pertanyaan umum dan teknik behavioural. Pertanyaan umum adalah pertanyaan yang selalu diberikan saat wawancara, sedangkan pertanyaan teknik behavioural adalah pertanyaan yang lebih mendalam untuk mengenal diri calon pekerja. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang dipertanyakan pada saat wawancara kerja,

Pertanyaan umum :
• Jelaskan pada saya bagaimana gambaran diri anda?
• Apa kelebihan dan kekurangan anda?
• Apa saja prestasi yang pernah anda raih?
• Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?
• Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?
• Darimana anda mengetahui perusahaan ini?
• Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?
• Jika anda diterima untuk jabatan ini apa yang akan anda lakukan?
• Apa itu profesionalisme menurut anda?
• Apa teamwork menurut anda?
• Apa hoby anda?
• Berapa kali dalam seminggu anda melakukan hoby anda?

Pertanyaan teknik behavioural :
• Ceritakan pada saya bagaimana anda mengalami situasi yang tidak menyenangkan dan bagaimana cara anda mengatasinya?
• Bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika anda melakukan presentasi?
• Bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus melakukan banyak tugas dan membuat prioritas tugas mana yang harus diselesaikan?
• Bagaimana cara anda memotivasi team anda yang gagal dalam mencapai target pekerjaan?
• Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Berikan contohnya?
• Bisakah anda ceritakan kejadian dimana anda mencoba menyelesaikan tugas namun ternyata gagal? Jelaskan juga penyebabnya
• Apa yang akan anda lakukan ketika anda dipaksa membuat aturan yang tidak menyenangkan bagi karyawan namun dapat menguntungkan bagi perusahaan?

Dalam melakukan wawancara kerja ada baiknya untuk berinteraksi dua arah, yaitu dengan menanyakan beberapa hal yang dirasa perlu untuk diketahui. Tujuannya adalah untuk menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan komunikasi yang baik si pelamar kerja. oleh sebab itu beberapa pertanyaan dapat dipersiapkan sebelumnya agar wawancara berjalan dengan efektif.

(materi tersebut disarikan dari “training manajemen karir” yang disampaikan oleh direktur perusahaan yang bergerak dibidang sumber daya manusia)

Seorang Marketer Harus Gila

Terinspirasi dari sebuah konten majalah yang mengatakan bahwa seorang marketer harus dapat melakukan promosi yang efektif dan efisien. Marketer harus mampu menggunakan sedikit energinya namun tetap menghasilkan efek yang besar. Hal inilah yang diistilahkan dengan memanfaatkan prinsip dongkrak. Dalam mendongkrak sesuatu cukup melakukan pemompaan yang ringan dan mudah terhadap zat hidraulik yang terkandung. Efek yang dihasilkan dari dongkrak dapat menyebabkan beban seberat ratusan ton terangkat. Oleh karena itu efektifitas inilah yang patut ditiru seorang marketer.

Metode yang dapat diterapkan seorang marketer untuk mendongkrak penjualan produknya bermacam-macam. Sebagai contoh adalah seorang marketer dapat melakukan promosi dengan menggunakan media digital, cetak, maupun konvensional. Media digital seperti internet sudah terbukti dapat meningkatkan penjualan secara signifikan karena mencakup pasar yang tidak terbatas. Sedangkan media cetak dapat digunakan untuk promosi yang lebih menyentuh kalangan menengah kebawah sehingga sifatnya sangat segmentatif.

Pada ketiga metode tersebut metode konvensional tidak banyak menjadi sorotan, bahkan cenderung ditinggalkan karena terkesan kuno dan tidak efektif. Hal sebaliknya diungkapkan oleh seorang Manajer Asia PR, Ia mengungkapkan bahwa metode konvensional, yaitu penyebaran berita dari mulut ke mulut sangat baik dalam mendongkrak penjualan. Hal ini karena tingkat kepercayaan konsumen yang akan meningkat jika disampaikan langsung oleh orang yang pernah mengalaminya. Metode yang dikenal dengan istilah micro-buzz ini sangat baik jika dapat diterapkan, tentunya dengan berbagai cara yang menciptakannya. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menetapkan inovasi pemasaran, contohnya yaitu memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk menentukan harga barang yang mereka beli. Cara tersebut dapat menciptakan pandangan konsumen yang membentuk pengalaman mengesankan. Akibat yang ditimbulkan dari kesan tersebut adalah konsumen akan menyampaikannya kepada orang lain sehingga akan meningkatkan minat konsumen baru untuk membeli produk kita. Selain itu kesan dan kepercayaan yang timbul akan menjaga loyalitas pelanggan. Kekuatan pemberitaan akan hebohnya hal tersebut menjadi bumbu tersendiri dalam metode micro-buzz ini. Kecepatan dan efektifitas promosi dari metode tersebut mengikuti deret ukur dalam hal sampainya berita tersebut ke telinga calon konsumen berikutnya.

Penerapan metode konvensional dengan cara micro-buzz yang tepat justru akan berdampak lebih baik bagi perusahaan. Hal ini terjadi karena metode tersebut lebih efektif dalam menggaet pelanggan dan menjaga loyalitasnya karena langsung disampaikan melalui orang yang pernah memiliki pengalaman sebelumnya. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk melakukan promosi dengan menggunakan kombinasi dari ketiga metode tersebut.

Self assessment

Menurut tes self assessment yang gw lakukan 3 hari yang lalu ternyata digambarkan bahwa gw adalah orang yang cocok dalam hal menciptakan, mengembangkan, memasarkan, mengomunikasikan, mengaitkan, dan memimpin secara visioner. Selain itu divisualisasikan bahwa gw merupakan orang yang memiliki kekurangan pada urusan seni dan yang bersifat menginterogasi. Secara umum beberapa hal tersebut sesuai dengan apa yang dirasakan. Disatu sisi hampir seluruhnya tepat, namun disisi lain ada hal-hal yang kurang akurat, yaitu kekuatan significant karena sampai saat ini gw bukanlah orang yang pandai mengobral sesuatu. Selain itu gw orang yang menyukai seni, atau lebih tepatnya menikmati seni namun tidak terampil dalam mengembangkan skillnya.

Kecenderungan sifat dan potensi pun mengalami perubahan pada setiap kesempatan. Hal ini dirasa diakibatkan oleh orientasi dan focus yang berbeda saat melakukan test pada suatu waktu. Jadi karakter, kelebihan, dan kekurangan seseorang dapat berbeda pada hasil test diwaktu tertentu dibandingkan dengan test yang pernah dilakukan sebelumnya. Namun hasil tersebut tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya karena setiap individu memiliki kekuatan yang dominan dan yang fluktuasi. kekuatan yang fluktuatif dapat berubah dan biasanya cenderung mengikuti suasana hati, ketertarikan pada hal tertentu, dan perubahan mood.

Manusia memiliki karakter yang kuat dalam dirinya karena bakatnya. Tetapi wajar jika individu dengan karakter yang kuat dapat berubah sewaktu-waktu karena adanya sifat pendukung kedua dalam dirinya. Oleh karena itu sehebat atau seburuk apapun diri seseorang dapat diubah menjadi orang yang memiliki kepribadian berbeda.

Senin, 19 April 2010

Pendidikan Jelajah Nusantara

Suatu ketika, saat saya sedang mengikuti perkuliahan pendidikan anti korupsi (PAK) di gedung tvst tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya sebuah pertanyaan. "Mengapa harus ada matakuliah ini?" "Efektifkah kuliah ini untuk mengurangi laju korupsi di Indonesia?." Hal ini menjadi pertanyaan saya karena dalam benak saya yang dipelajari merupakan sesuatu yang sifatnya konseptual, dan saya pikir hal tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan dalam mengurangi intensitas terjadinya korupsi di negara kita. Di satu sisi saya tidak dapat memungkiri bahwa dengan mengenal jenis dan dampak korupsi setidaknya mahasiswa lebih aware dan berhati-hati terhadap segala bentuk korupsi. Namun disisi lain saya mempertanyakan kembali, "adakah metode yang lebih efektif dalam mengurangi korupsi?." Kemudian saya merenung dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan tersebut tanpa memerhatikan materi yang diberikan di kelas. Dalam perenungan yang saya lakukan tiba-tiba saya teringat akan pengalaman saya bertualang menikmati keindahan alam dan kekayaan nusantara, walaupun masih sedikit tempat yang sudah saya kunjungi. Secara tiba-tiba saya mendapatkan benang merah antara pengalaman yang saya dapatkan dan metode untuk mengurangi korupsi.

Saya berfikir bahwa salah satu faktor terjadinya korupsi adalah karena kurangnya rasa nasionalisme. Hal tersebut akan menjadi sangat pelik jika tidak segera diantisipasi karena akan berdampak negative pada tataran kehidupan lainnya. Dalam konteks dunia kampus dan mahasiswa, nasionalisme merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menjadi prioritas utama dalam capaian pendidikan. Kampus sebagai tempat mencetak generasi-generasi penerus yang memiliki kompetensi dan daya saing haruslah menempatkan pendidikan nasionalisme dalam peringkat atas. Mahasiswa merupakan subjek dan objek yang tepat karena dikemudian hari mereka akan menjadi pioneer dan penggerak dalam meningkatkan daya saing bangsa.

Dalam pandangan saya, pendidikan nasionalisme sangat penting untuk menciptakan manusia-manusia yang mencintai bangsa dan negaranya. Melalui peningkatan rasa nasionalisme secara otomatis keinginan untuk melakukan korupsi akan berkurang karena ia tidak akan tega untuk menjajah bangsanya sendiri dan mendzolimi jutaan saudara setanah airnya. Lalu pertanyaan berikutnya muncul, yaitu “Pendidikan nasionalisme seperti apakah yang efektif diterapkan di perguruan tinggi dimana subjek yang terlibat notabenenya adalah para pemuda yang penuh semangat dan energik?.”

Dari perenungan yang saya lakukan benang merah yang saya dapatkan adalah kampus sebagai institusi yang diisi oleh para pemuda sudah selayaknya untuk menerapkan pendidikan yang sifatnya fleksibel dan have fun. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektifitas pendidikan karena metode yang have fun dirasa sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Alasan tersebut adalah karena anak muda saat ini cenderung berada pada zona nyaman sehingga tidak suka dengan sesuatu yang sifatnya menekan dan mengekang.

Atas dasar hal tersebut maka saya mendapatkan ide bahwa kampus dapat menyelanggarakan matakuliah yang sifatnya petualangan dan penjelajahan terhadap kekayaan dan keanekaragaman nusantara. Mungkin subjek tersebut bisa dinamakan dengan matakuliah “jelajah nusantara” dimana eksplorasi kenaekaragaman budaya dan kekayaan alam nusantara menjadi perhatian utama. Selain itu matakuliah ini lebih menekankan pada metode yang sifatnya praktikal dengan sedikit konseptual. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak melakukan perjalanan penjelajahan yang sifatnya backpacking dengan meminimasi biaya serendah mungkin. Backpacking dengan biaya rendah dapat mengurangi budaya konsumtif yang justru dapat menghambat terwujudnya rasa nasionalisme.

Mahasiswa disuguhkan dengan pengalaman yang tidak biasa karena sehari-hari mereka hanya berada di kelas untuk mendapatkan konsep-konsep yang memperkaya hard skill. Mahasiswa dikenalkan akan keunggulan Indonesia sebagai anugrah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan sebaik-baiknya. Mahasiswa secara tidak sadar dipaksa untuk merasakan bahwa diri mereka merupakan bagian dari kekayaan bangsa dan negara yang dapat berguna bagi kemajuan Indonesia. Mahasiswa dibuat untuk senantiasa mewujudkan dan menjaga idealismenya sebagai generasi yang menentukan masa depan bangsa.

Sedikit demi sedikit jika metode tersebut dapat diterapkan dengan baik maka nurani mahasiswa akan tergugah untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Selain itu mereka akan mengurangi segala bentuk kejahatan yang merugikan bangsa dimana korupsi termasuk didalamnya. Diharapkan dengan metode tersebut mahasiswa dapat menikmati dan bahagia dengan keberadaanya dalam mewujudkan rasa nasionalisme karena mereka tidak pernah dipaksa untuk hal tersebut. Namun alam bawah sadar akan menuntun mereka kearah itu sehingga pemberantasan korupsi di negara kita akan lebih efektif.

Oleh karena itu

Mari kita inisiasi terselenggaranya pendidikan jelajah nusantara untuk perguruan tinggi

Untuk membangun kesadaran dan eksplorasi potensi bangsa


Minggu, 18 April 2010

Indahnya Sebuah Senyuman

Suatu pagi seorang anak kecil mulai berjalan mengarungi hidupnya yang panjang. Momen hari itu pun ia awali dengan menatap indahnya panorama dan segarnya udara di pagi hari. Perjalanan yang panjang dan berliku itu pun diawali dengan sebuah impiannya yang begitu indah, yaitu melihat bintang-bintang di malam hari, dan tenggelam larut bersama cahaya yang meneranginya. Detik demi detik ia lalui dengan melakukan segala upaya agar tujuannya tercapai. Impian yang indah hanya dapat dicapai dengan melalui banyak proses yang mendahuluinya. Kerja keras dan rasa syukur menjadi unsur utama dalam tercapainya mimpi-mimpi yang selama ini diinginkannya.

Waktu demi waktu berlalu begitu cepat, perjalanan itu dilalui dengan mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dengan penuh ketekunan. Kadangkala rasa bosan dan lelah menyertai raganya yang kecil, namun semangatnya tak pernah luntur untuk terbang bersama bintang-bintang. Dari kota ke kota ia menempuh siklus hidup untuk mencari bekal dalam perjalanan. Kehidupan yang berubah sesuai perputaran roda memperkuat mental dan keinginannya untuk menjadi seseorang yang berhasil mengarungi angkasa dalam sebuah lingkaran bintang-bintang. Kerasnya kehidupan dan tajamnya waktu membuatnya penuh keringat dan perasaan yang tidak dapat dirasakan orang lain. Air mata dan sakit hati menyertai perjalanannya yang tiada pernah tenggelam. Hinaan, perasaan rendah diri, dan penyesalan kadangkala menyertai langkah-langkah kakinya, namun semua itu hanyalah gigitan kecil yang tiada berasa. Interaksi dengan segala jenis insan manusia senantiasa dilakukan semata-mata untuk memperlancar perjalanannya menggapai bintang-bintang. Namun ia tidak akan pernah kuat mengarungi perjalan itu jika hanya mengandalkan kegigihan dan semangatnya yang senantiasa membara. Dalam hatinya ia selalu memancarkan cahaya yang tidak pernah terkalahkan dengan kekuatan yang relatif. Dalam setiap derap langkahnya ia selalu menggunakan pikiran, hati, dan ekspresinya untuk senantiasa tersenyum menatap segala apa yang ada dihadapannya karena ia yakin waktu untuk bertemu dengan bintang-bintang akan tiba pada saatnya nanti melalui indahnya sebuah senyuman.

Fondasi Kepemimpinan

Kepemimpinan akan selalu diliputi dengan niat, harapan, obsesi, keinginan, nafsu, semangat, kepercayaan, pengorbanan, dan perspektif. Yang terpenting adalah pemimpin bukanlah orang yang mengatur, pemimpin bukanlah orang yang besar, pemimpin bukanlah orang terbaik, pemimpin bukanlah orang yang belajar, namun pemimpin adalah orang utusan untuk memegang amanah yang akan menorehkan tinta peradaban melalui kemaslahatan masyarakat dalam jalan yang ideal. Amanah yang dipegang pemimpin sangatlah berat dan besar, bahkan gunung-gunung pun tidak sanggup memikul amanah yang diberikan. Tanggung jawab pemimpin tidaklah sekedar terhadap tugas-tugasnya, organisasinya, ataupun sistemnya, namun ia juga bertanggung jawab terhadap bawahan-bawahannya, team-teamnya, baik secara struktural maupun kultural. Sedikit saja pemimpin tertinggal dalam menjalankan amanah dengan baik maka suka tidak suka dan mau tidak mau dia akan mempertanggung-jawabkannya kelak. Keteladanan pemimpin sangat dibutuhkan. Pemimpin akan menjadi sosok yang akan selalu diperhatikan setiap saat. Namun seorang pemimpin tidak pernah mengharapkan perhatian, seorang pemimpin tidak pernah mengharapkan keuntungan, dan seorang pemimpin tidak pernah mengharapkan jabatan. Bagaimana mungkin pemimpin mengharapkan jabatan sedangkan jabatan itu adalah amanah yang bila ia tidak bisa menggenggamnya dengan baik maka ia akan menjadi orang yang paling sengsara?

Pemimpin akan selalu berusaha memegang amanah dengan baik dan selalu mencoba untuk membuat sesuatu lebih baik, namun sudah hukum alam akan banyak terjadi benturan-benturan yang bukan tidak mungkin dapat mempertaruhkan dirinya, namun bila ia dapat melaluinya dengan baik maka ia adalah orang yang akan pertama kali mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Teladan kepemimpinan dapat kita ambil dari sebuah kisah seorang Umar bin Abdul Aziz yang tidak pernah berani untuk memegang amanah jabatan pemimpin, bahkan sampai-sampai ia dikejar-kejar oleh orang-orang yang percaya dan berharap penuh padanya, sampai akhirnya ia menerima amanah tersebut karena sudah tidak ada lagi tempat untuk berlari dari kepercayaan yang telah diberikan oleh banyak orang. Kejadian yang menarik adalah ketika pemimpin tersebut mematikan sebuah penerangan yang tinggal satu-satunya karena berasal dari uang rakyat, dan penggunaannya bukan untuk kepentingan masyarakat.

Seorang pemimpin akan menjadi orang yang pertama ketika ia harus berkorban demi rakyatnya, dan menjadi orang yang terakhir ketika ia mendapatkan peluang untuk menikmati kesenangan. Pemimpin adalah orang yang selalu dengan ikhlas memberi makan orang buta sedang orang tersebut terus mencaci-maki namanya, dan pemimpin akan selalu melihat pada hakikat dari amanah yang diberikan.

Lantas seperti apakah fondasi terpenting dari seorang pemimpin?
Pepatah mengatakan "Jika ingin melihat seorang lihatlah dari kebiasaannya, maka kau akan tau tindakan-tindakannya,jika kau perhatikan tindakannya maka kau akan mengerti kata-katanya, jika kau dengarkan kata-katanya maka kau akan faham pola pikirnya, dan jika kau cermati pikirannya maka kau akan terhanyut dalam perasaaan hatinya". mungkin sebagian besar orang mengganggap bahwa kata-kata tersebut hanyalah sebuah hiasan semata, atau mungkin sebagai sesuatu yang berlebihan, namun jika dicermati lebih jauh maka itu adalah sebuah makna yang besar, yang dapat menjadi dasar untuk melihat dan menjadikan seseorang sebagai pemimpin. Hati seorang pemimpin yang sebenarnya akan selalu tulus dan ikhlas dalam amanah kepemimpinannya. Hati dan perasaanya akan melihat lebih jauh lagi untuk apa amanah diberikan, ia akan menganggap dan melihat berbagai hal yang lebih besar dalam perspektif yang lebih luas, karena lingkungan berharap besar akan kontribusi dari seorang pemimpin, dan semuanya akan tercermin dari kata-kata, tindakan, dan kebiasaannya, namun bukan sekedar retorika.

Pemimpin sesunguhnya adalah seseorang yang faham dan menyadari akan hakikat kepemimpinan itu sendiri, mampu berfikir besar yang tidak hanya untuk dirinya, bawahan-bawahannya, ataupun anggota-anggotanya, namun juga untuk lingkungan yang lebih luas dan membutuhkan sentuhan kontribusi. Mereka adalah orang-orang yang takut akan jabatan, namun kuat dalam memegang amanah jabatan. Pemimpin adalah orang yang dapat menjadi teladan dalam banyak hal, melalui kebiasaan dan tindakan-tindakannya. Mereka yang terbaik adalah yang mampu mencetak kader-kader penerus yang lebih baik melalui sentuhan paradigma dan hati untuk tujuan yang besar.

Transformasi melalui Paradigma dan Hati
-Untuk Kita, Mereka, dan Peradaban-

Strategi Dasar Pemasaran

Perkembangan dunia bisnis selalu mengalami fluktuasi. Tingkat fluktuasi bisnis dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal dari bisnis itu sendiri. Faktor internal yang dapat diukur dari kreatifitas inovasi produk dan situasi eksternal yang tercermin dalam perkembangan pasar merupakan dua hal yang memenetrasi kematangan suatu bisnis. Selain itu, pembentukan bisnis yang memiliki bargaining power tinggi akan selalu ditunjang dengan sinkronisasi kedua hal tersebut. Aspek-aspek positif dari sinkronisasi keduanya akan terimplementasi dalam kualitas produk dan tingginya pendapatan dan laba yang diperoleh dari suatu bisnis. Jika dilihat lebih mendalam keduanya merupakan implikasi dari lahirnya bisnis yang besar dan sukses, namun tidak murni implikasi. Hal ini terjadi karena terdapat jurang antara kedua aspek tersebut, dan harus ada kekuatan yang menjembatani, yang apabila dapat dikelola dengan baik maka implikasi yang diharapkan dapat diperoleh dengan maksimal.

Marketing merupakan jembatan penentu bisnis yang akan memperlihatkan baik buruknya, dan sukses tidaknya suatu bisnis. Konsep marketing merupakan konsep yang akan menghasilkan profit dan advantage bagi perusahaan. Tantangannya adalah bagaimana perusahaan mampu menghasilkan laba besar dengan menarik pelanggan sebanyak-banyaknya dan membuat citra positif yang bermanfaat bagi kelangsungan bisnisnya. Oleh karena itu teknik dan strategi jitu melakukan marketing menjadi sangat dibutuhkan dalam optimalisasi proses bisnis perusahaan.

Bisnis sama dengan kepercayaan, dan cara membangun kepercayaan salah satunya adalah dengan melakukan marketing yang beretika dan sesuai antara yang dikatakan dengan produknya. Kesesuaian ini mutlak diperlukan karena marketing merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan customer agar mendapatkan laba dengan strategi persaingan yang efektif dan efisien. Kualitas dan produk yang ditawarkan harus sesuai dengan aslinya karena bila tidak maka kemungkinan besar kebutuhan customer tidak akan terpenuhi, dan yang terjadi adalah hilangnya kepercayaan customer yang akan berdampak pada penurunan bisnis. Marketing akan terimplementasi oleh proses penyaluran dan penjualan dengan strategi tertentu, yatiu sales. Kesesuaian yang diharapkan terletak pada aspek sales tersebut, karena ia merupakan manifestasi dari sebuah konsep marketing.

Terdapat dua cara teknik melakukan marketing, yaitu marketing bisnis to bisnis dan marketing retail. Marketing bisnis to bisnis merupakan cara dimana prosesnya dilakukan dengan mencari pasar melalui bisnis jenis lainnya, sedangkan retail adalah marketing dengan cara langsung memasarkan produk ke masyarakat tanpa melalui perantara. Dalam hal ini, proses yang biasa dilakukan adalah penawaran inovasi dan kualitas produk, serta harga yang kompetitif. Tiga hal yang menjadi inti dari marketing, yaitu:
1. Harga, dalam hal ini penentuan harga memerlukan pertimbangan yang menyeluruh dan didasarkan oleh kemampuan beli masyarakat, segmen yang dituju, dan permainan harga yang mempengaruhi aspek psikologis seseorang, dengan menaikkan ekspektasi masyarakat terhadap produknya.
2. Promosi, bentuknya harus memenuhi cakupan bisnis yang terimplementasikan dalam penerapan strategi marketing, Hal ini berguna untuk menentukan langkah dalam mengantisipasi dan menanggapi situasi pasar berkaitan dengan keberadaan saingan di usaha yang dijalani.
3. Distribusi, yaitu proses penyaluran pemasaran dan produk akan menjadi aspek pendukung yang menunjang kegiatan marketing. Strategi marketing dapat terpenuhi jika distribusi dilakukan dengan lancar. Hal ini terkait dengan ekspansi yang dilakukan agar bisa menyentuh sasaran dengan mempertimbangkan segala kemungkinan. Pendistribusian dilakukan melalui pemasaran dengan menyentuh pasar lokal terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar yang lebih luas, namun harus disesuaikan juga dengan segmentasi pasar yang ingin diraih.

Dalam proses bisnis dikenal dua hal yang menjadi patokan dalam menentukan konsep marketing, yaitu konsep pemasaran atas dasar kebutuhan pelanggan, dan pemasaran atas dasar kebanggaan atau prestise pelanggan. Pada dasarnya marketing adalah cara untuk mengambil uang yang dimiliki orang tanpa keterpaksaan sedikit pun dari orang tersebut. Konsep penerapan marketing harus memiliki rasionalisasi yang kuat, yaitu dalam penentuan segmen yang ingin dicapai, bentuk marketing, dan strategi yang diterapkan. Namun proses marketing tidak harus rasional. Marketing bisa diciptakan dan tumbuh dengan sendirinya bila ditunjang dengan diferensiasi dan propaganda yang menyentuh kalangan yang menjadi target.

Segmen yang dituju merupakan kata kunci dalam proses marketing. Segmentasi harus disesuaikan dengan visi misi dan kemampuan perusahaan ataupun produsen dalam memberikan pelayanan produk. Dalam marketing sangat tidak dianjurkan untuk mengubah segmentasi pasar karena hal ini akan mempengaruhi persepsi konsumen dan tingkat prestise untuk sebagian pelanggan. Pada umumnya segmen pasar yang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas selain berdasarkan atas kebutuhan juga akan bermain dengan kebangaan. Oleh karena itu jika terjadi perubahan segmentasi untuk sebagian perusahaan yang menetapkan pasar tersebut akan berdampak besar bagi kelangsungan kontinuitas penerimaan produk di pasaran. Sebagai contoh adalah perusahaan mobil terkemuka BMW yang menetapkan segmentasi kelas menengah atas sebagai pasarnya, dan perusahaan mobil ferarri yang tidak pernah memiliki iklan aktif di media-media umum. Ferarri melakukan proses marketing hanya melalui ajang balap mobil paling bergengsi di dunia. Hal ini dapat dilihat bahwa dengan menetapkan segmen kelas atas maka konsekuensi logis adalah menjaga proses marketing dan persepsi produk yang ditawarkan agar tetap eksklusif dan memiliki nilai prestise tinggi. Sedangkan untuk penentuan segmen kelas menengah ke bawah yang harus dijaga adalah bagaimana mempertahankan kebutuhan masyarakat akan produk yang ditawarkan dengan keunggulan-keunggulan tertentu yang dimiliki.

Penerapan bentuk dan strategi marketing harus menyesuaikan dengan segmen yang ingin dicapai dan dilakukan dengan menerapkan bentuk marketing dengan strategi yang inovatif. Bentuk-bentuk marketing dapat berupa iklan di media cetak dan elektronik, spanduk dan poster, serta kerjasama partnership dengan mitra kerja. Sedangkan strategi marketing misalnya dapat dilakukan dengan menciptakan kesan unik dan berbeda, ataupun bahkan yang mengundang controversial untuk setiap promosi produk yang diperdagangkan. Selain itu dapat dengan meningkatkan keunggulan fungsional dari media promosi yang digunakan, misalnya dengan memberikan voucher makan gratis di rumah makan tertentu dari setiap pencapaian jumlah belanja tertentu.

Strategi marketing dapat diterapkan dengan melakukan penawaran yang powerful, beberapa contohnya adalah dengan melakukan beberapa metode seperti added value, package offer, discount and bonus offer, valued at offer, time limited offer, guarantee , free offer. Metode-metode tersebut dapat juga dilakukan secara parallel dan berkesinambungan sehingga berguna untuk meningkatkan daya tarik pelanggan dan bargaining power dari jenis produk yang ditawarkan. Beberapa metode strategi memiliki karakteristik tersendiri, contohnya adalah discount and bonus offer biasanya cocok untuk diterapkan pada kondisi masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan dan cenderung konsumtif, sedangkan valued at offer dan time limited offer cocok diterapkan pada kondisi dimana konsumen tidak terlalu menghiraukan harga, namun kepuasan dan prestise sebagai kebutuhan utama. Maka penerapan contoh metode yang ada harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bisnis yang dijalankan.

Metode yang dapat diterapkan pada strategi pemasaran harus senantiasa terintegrasi dengan keseluruhan proses bisnis yang ada agar implementasinya berjalan dengan baik. Strategi yang diterapkan biasanya merupakan fungsi situasi dan kondisi yang terjadi, setiap metode merupakan gambaran solusi terhadap kebutuhan akan hasil dari proses bisnis dan analisis situasi yang saling dibenturkan. Implikasi yang terjadi adalah penjembatanan antara proses internal dan eksternal bisnis yang dapat dilakukan jika diterapkan strategi dan metode-metode pemasaran yang tepat. Oleh karena itu penerapan strategi dasar dalam proses pemasaran mutlak dilakukan agar kinerja bisnis dan pencapaian profit dapat optimal.